Ada Apa Dengan Jalan Di Depan FH UI?

oleh Aina Nur dan Aeron Gaina


Sejak empat minggu ke belakang, pemandangan lubang galian dan gunung pasir tidak lagi asing bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Pekerjaan konstruksi yang awalnya hanya di depan sayap kanan pintu masuk FH UI makin lama makin memanjang hingga mencapai sayap kiri, bahkan lebarnya menutupi setengah jalan yang kerap dilalui oleh kendaraan bermotor. Meskipun sudah berjalan cukup lama, masih banyak dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (IKM FH UI) yang bertanya-tanya mengenai alasan dilaksanakan konstruksi tersebut. Mahasiswa dan pengguna jalan lainnya merasa perlu kejelasan akan kapan berakhirnya proyek konstruksi tersebut karena dirasa cukup mengganggu akses jalan. Maka dari itu, Divisi Pers PERFILMA FH UI memutuskan untuk turun langsung demi memecahkan rasa penasaran tersebut.

Kami mendatangi salah satu pekerja konstruksi di depan FH UI, yakni Pak Wartono yang merupakan kepala tukang dalam proyek pengerjaan konstruksi di depan FH UI. Beliau menjelaskan bahwa konstruksi ini dilaksanakan berdasarkan permintaan dari Pihak UI guna membenahi saluran air. Saluran air digali lebih dalam agar dapat menampung volume air yang lebih banyak. Dengan dilakukannya penggalian saluran air ini, diharapkan dapat mencegah luapan air saat musim hujan, terlebih di lingkungan FH UI dan Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI). Pengerjaan konstruksi ini diperkirakan akan berjalan selama tiga bulan. “Pihak pemborongnya sendiri mengontrak kita tiga bulan dan sekarang sudah hampir satu bulan pengerjaan berjalan,” ucap Pak Wartono. Untuk saat ini, proyek hanya sebatas berlokasi di jalan depan kampus FH UI sampai tikungan Fakultas Psikologi dengan panjang sekitar 300 meter. Pak Wartono juga menginformasikan mengenai kemungkinan adanya perluasan lokasi pengerjaan konstruksi. “Pasti ada lagi, tetapi belum ada konfirmasi lebih lanjut untuk lokasinya,” ujar Pak Wartono. Meskipun dilakukan dalam waktu yang bersamaan, pekerjaan konstruksi yang ada di belakang rel kereta api atau yang akrab disebut dengan Barel bukanlah proyek yang sama dengan konstruksi di depan FH UI.

Adanya konstruksi ini berdampak besar pada IKM FH UI, terlebih mahasiswa yang sudah mulai rutin mendatangi wilayah kampus. Salah satunya adalah Radhia Khalida Azra yang akrab dipanggil Aya, mahasiswi FH UI angkatan 2021 yang tinggal di salah satu indekos kawasan Barel. Jarak yang dekat antara indekos dan kampus membuat Aya memutuskan untuk berjalan kaki ke kampus setiap harinya. “Dengan adanya pengerjaan konstruksi ini, aku merasa sedikit terganggu karena aku banyak mobilisasi di jalan tersebut,” ujar Aya. Hal tersebut tidak mengherankan melihat pengerjaan konstruksi tersebut melumpuhkan setengah bagian jalan dan turut mengganggu mobilisasi kendaraan. Aya juga menyampaikan sarannya terkait pemilihan waktu untuk pengerjaan konstruksi, “Seharusnya konstruksi dilakukan saat libur dan nggak ada aktivitas di kampus biar nggak mengganggu mobilitas.”

Pejalan kaki yang berjalan di sekitar FH UI seperti Aya merasa sangat terdampak dengan banyaknya lubang galian. Bahkan, saat di awal pengerjaan konstruksi, zebra cross di depan FH UI tertutup hingga menyulitkan pejalan kaki untuk menyeberang. Hal tersebut membuat pejalan kaki terpaksa untuk menempuh jalan utama karena akses trotoar yang tertutup material bangunan. Aya turut menceritakan, “Kalau jalan, jadi harus menghindar dari mobil.” Selain itu, halte Bis Kuning (Bikun) FH UI yang menuju arah stasiun UI juga ditutup akibat adanya konstruksi tersebut. Mahasiswa yang ingin naik Bikun dari FH UI harus berjalan terlebih dahulu ke halte MUI.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama konstruksi berlangsung, rambu-rambu peringatan telah disediakan sebagai pengingat bagi para pejalan kaki dan pengendara kendaraan bermotor untuk selalu berhati-hati. Pak Wartono turut berpesan, “Kalau jalan di sekitar konstruksi itu, pelan-pelan dan perhatikan rambu.” Kabar baiknya, saat ini sudah tersedia sarana untuk pejalan kaki menyebrang dengan nyaman, meskipun dengan alat seadanya berupa papan.

Konstruksi di depan FH UI memang akan memakan waktu yang lama dan menghambat mobilisasi kita. Akan tetapi, perlu kita ingat bahwa konstruksi tersebut dilakukan atas tujuan yang baik, dengan harapan akan memudahkan warga lingkungan FH UI ke depannya. Tetap sabar, ya, teman-teman semua! Patuhi selalu rambu-rambu jalan dan hati-hati saat melintas!

92 views1 comment

Recent Posts

See All