Apa Kabar Toko Buku di Barel?

Oleh Andrea Putri Basuki dan Raisha Inayah Dahlan



Pepatah “buku adalah jendela dunia” sepertinya juga berlaku dalam dunia perkuliahan, tak terkecuali dunia perkuliahan hukum. Walaupun tidak ada aturan terkait pembelian buku di FH UI, membeli buku seputar mata kuliah yang kita jalani sudah menjadi suatu kewajiban bagi sebagian besar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Dari sekian banyak toko yang menjual buku berbau hukum, salah satu yang paling umum dikunjungi para mahasiswa FH UI sebelum pandemi adalah toko buku yang terletak di belakang rel kereta api dekat stasiun UI atau yang biasa dikenal dengan sebutan Barel, tepatnya di Jl. Cengkeh No.16, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok. Letak dari toko buku Barel yang sangat dekat dengan kampus merupakan salah satu alasan utama dibalik datangnya para mahasiswa yang sedang mencari buku perkuliahan. Selain itu, koleksi buku yang tersedia di toko buku Barel juga lumayan murah dan lengkap.

Sayangnya, seperti kebanyakan usaha di masa pandemi, toko buku di Barel juga terkena arus pandemi yang menyurutkan perdagangan mereka. Dengan kegiatan perkuliahan yang dialihkan menjadi daring, kondisi kampus dan sekitarnya otomatis sepi dari kehadiran mahasiswa. Keadaan ini membuat toko buku di Barel minim akan pengunjung. Hal ini terjadi karena kebanyakan mahasiswa FH UI memutuskan untuk membeli buku yang mereka butuhkan secara online, membeli di toko buku yang lebih dekat dengan tempat mereka tinggal, atau membeli buku di mahasiswa lainnya yang sedang melakukan dana usaha.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak signifikan adalah Pak Piras, pedagang yang sudah berjualan buku di Barel sejak tahun 2007 atau kurang lebih 15 tahun lamanya. Pak Piras memaparkan pengalamannya sebagai pedagang di Barel kepada Divisi Pers PERFILMA FH UI dalam wawancara yang kami adakan. Pak Piras sendiri menjual buku seputar hukum dan tentunya konsumen setia dari dagangannya adalah para mahasiswa FH UI. “Kalau sebelum COVID-19, masih lumayan rame karena di daerah Barel itu banyak kosan yang diisi anak-anak UI, tapi selama COVID-19, kosan di daerah sini juga banyak yang kosong jadi sangat terasa sepi penjualannya,” jelas Pak Piras saat ditanya perihal penjualan sebelum pandemi melanda. Kemudian, setelah pandemi, beliau menjelaskan, “Turun drastis selama pandemi karena mahasiswanya online juga,” lanjut beliau perihal penjualannya saat pandemi hadir.

Walaupun sepi pembeli, Pak Piras tidak putus asa begitu saja, ia tetap gigih menjual buku yang sudah ada dan tidak membeli buku baru terlebih dahulu agar tidak mendapati kerugian yang lebih signifikan. Pak Piras juga memutuskan untuk menjual buku-buku tersebut di situs jual beli online, yakni Tokopedia. Nama dari toko online Pak Piras sendiri adalah Toko Buku Barel yang memiliki rating tinggi di Tokopedia, yakni 4,9 dari 5. “Semoga pandeminya cepat berlalu biar mahasiswa kembali offline sehingga penjualan bukunya semakin banyak penjualannya dan berkah,” ujar Pak Piras sebagai penutup dari percakapan kami dengan beliau.

Badai pandemi yang tiba-tiba berembus ternyata sangat memengaruhi penjualan buku di Toko Buku Barel meski buku-buku tersebut penting bagi mahasiswa. Walaupun begitu, kerja keras para pedagang seperti Pak Piras berhasil membuat toko mereka tidak larut dalam kerugian. Semoga dengan pandemi yang berangsur-angsur pergi, toko buku Barel dapat kembali berjaya di kalangan mahasiswa kedepannya.


9 views0 comments

Recent Posts

See All