Bingung cari kos dekat kampus: Barel atau Kutek?

Updated: Jul 1

Oleh M. Rhenaldy Wijaya dan Tabina Adelia P.


Pandemi COVID-19 yang mewabah ke berbagai penjuru di dunia dan berlangsung cukup lama mengakibatkan berbagai kegiatan dilakukan secara daring. Namun, meredanya penularan COVID-19 membuat banyak aktivitas kembali dilakukan secara luring, termasuk perkuliahan. Oleh karena itu, banyak mahasiswa dari luar Jabodetabek mulai mencari kos atau tempat tinggal yang nyaman untuk ditinggali untuk melaksanakan perkuliahan secara luring. Tidak hanya itu, tak sedikit juga mahasiswa asal Jabodetabek yang memutuskan untuk tinggal di kos sekitar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Hal ini mereka lakukan untuk mempermudah mobilitas selama berkuliah di FH UI. Kos yang berada di dekat FH UI tentu memudahkan kita sebagai mahasiswa selama berkuliah. Saat mencari kos, sebaiknya kita mencari tahu lebih dalam mengenai kos terdekat dari FH UI, termasuk biaya, fasilitas, dan lokasinya.

Banyaknya jumlah mahasiswa yang memilih kos sebagai tempat tinggal mereka, tentu harus dibandingkan dengan ketersediaan dari kos itu sendiri. Beruntungnya, UI berada di tengah-tengah pemukiman penduduk yang membuat banyaknya berbagai macam kos di sekitarnya. Daerah belakang rel (Barel) dan kukusan teknik (Kutek) merupakan istilah daerah yang tidak asing lagi di telinga warga FH UI. Beragam fasilitas yang terdapat di daerah tersebut membuat mahasiswa nyaman untuk memilih kos di daerah tersebut.

Barel, sesuai dengan namanya, berada di belakang rel Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk menuju ke sana, mahasiswa dapat menyeberang rel yang pintunya berada tepat di depan FH UI atau melalui jembatan dekat Stasiun UI. Akses tersebut juga terbuka selama 24 jam. “Barel bener-bener dekat banget sama FH. Jadi, kalau ke kampus, bisa jalan kaki, nggak perlu lama nunggu Gojek dan bayar ongkosnya, cocok banget buat kita yang ngerantau,” tutur Tiffany Natawidjaja (FH UI 2019). Harga kos yang ditawarkan di daerah Barel relatif lebih mahal dibandingkan dengan daerah lain, yakni mulai dari 800 ribu hingga 2,5 juta dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti water heater, kulkas, wifi, dispenser, dan lain sebagainya. Berbeda dengan Barel, Kutek berada di dekat Fakultas Teknik (FT). Dari segi harga, kos di daerah Kutek lebih bervariasi, mulai dari yang low budget sampai kos eksklusif juga tersedia. Untuk dapat menuju Kutek, kita harus melalui pintu masuk yang berada di belakang Klinik Makara. Pintu masuk ini memiliki akses 24 jam bagi pejalan kaki dan pukul 06.00 sampai 23.00 bagi pengguna sepeda motor.

Daerah Kutek juga memiliki pilihan tempat makan yang sangat beragam dengan harga yang sesuai kantong mahasiswa. “Cafe di Kutek banyak dan asyik kalau mau nongkrong, banyak warung kecil juga yang nyediain wifi. Kebetulan, kos gue itu sebelahan dengan cafe paling bagus di sini, namanya Suar dan bisa dijadikan tempat nongkrong atau nugas,” kata Muhammad Haafizh (FH UI 2020). Tak ketinggalan dengan Kutek, Barel juga memiliki banyak tempat yang digemari oleh para mahasiswa FH UI. Salah satu di antaranya adalah Sasari, yang menyediakan makanan khas Sunda yang selalu ramai dikunjungi oleh mahasiswa dan warga sekitar. Salah satu menu andalan yang menjadi primadona di warung tersebut adalah telur sarang. Daerah Barel yang ada di bagian depan dan dekat dengan jalan raya tentu memudahkan kita untuk mencari warung makanan, restoran, hingga memesan Go-Food.

Lokasi Barel yang berdekatan dengan jalan raya dan rel kereta menjadikan daerah ini sedikit lebih ramai dan bising. Bagi yang menyukai ketenangan, mungkin akan sedikit terganggu karena getaran atau bunyi dari kereta yang lewat. Hal lain yang menjadi kekurangan daerah Barel adalah suasana malam hari yang menyeramkan ketika menyebrangi rel. Oleh karena itu, ada baiknya bagi kalian yang tertarik memilih kos di Barel untuk lebih berhati-hati ketika harus menyeberangi rel.

Berbeda dengan Barel yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, Kutek memiliki jarak yang cukup jauh dari FH UI. Perjalanan dari Kutek menuju FH UI sendiri membutuhkan waktu sepuluh menit apabila menggunakan kendaraan pribadi dan tentu lebih lama apabila berjalan kaki. Walaupun tempatnya ramai, tetapi pintu menuju Kutek ditutup pukul 23.00 WIB bagi pengendara sepeda motor. Mahasiswa yang memiliki kendaraan pribadi dan ingin pulang malam diharuskan untuk melewati Jagakarsa untuk sampai ke Kutek. Selain itu, beberapa kos di daerah Barel ataupun Kutek juga memiliki jam malam yang disesuaikan dengan aturan setiap kos yang tempati. Bagi beberapa mahasiswa, jam malam dari kos yang ditempati juga menjadi bahan pertimbangan. Ada yang lebih memilih kos tanpa jam malam, tetapi juga ada yang lebih menyukai adanya jam malam supaya terasa seperti di rumah.

Bagi mahasiswa FH UI, kos di daerah Barel ataupun Kutek dapat menjadi pilihan yang sangat tepat. Berbagai kos yang ada di dekat UI tentu memiliki beragam fasilitas yang ditawarkan. Berikut ada beberapa rekomendasi bagi kalian yang berminat untuk mencari kos di daerah Barel, yakni La Belle, Graha Libra, Aiken Damai, La Jolie, Pondok Latief, Wisma Cornelius, Puri Asih dan Pondok Rida. Sedangkan untuk daerah Kutek, kos yang dapat menjadi pilihan kamu adalah Rukita, LK Putra, Griya Cemerlang, Wisma Depok, Baitul Ilmi, Pondok Anugrah Joglo, Griya LD, dan Ameera. Dengan berbagai macam pilihan kos yang tersedia di daerah tersebut, mahasiswa dapat dengan lebih mudah untuk menentukan kos yang tepat sebagai tempat tinggal mereka untuk berkuliah.

91 views0 comments

Recent Posts

See All