Kucing FH UI: Keadaan Sebelum dan Saat Pandemi

Updated: May 12

Oleh Ghani Maeda Y. dan M. Rifaldy Zelan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terdapat banyak kucing yang berkeliaran. Bagi mahasiswa yang pernah merasakan kuliah luring sepertinya sudah akrab dengan kucing-kucing di FH UI, seperti halnya Kemal Azizi (FH UI 2019). Menurut pengalaman Kemal selama kuliah luring, cukup banyak kucing yang menetap di FH UI. Sivitas akademika pun cukup memperhatikan kucing-kucing tersebut dengan memberikan mereka makan.

“Sebenarnya kemarin menurut gue cukup terlihat diperhatikan oleh sivitas FH UI karena sewaktu offline itu sebenarnya ada aja yang bawa wet food atau makanan kering juga buat kucing,” tutur Kemal terkait kondisi kucing di FH UI saat kuliah luring.

Kemal juga bercerita ketika beberapa bulan lalu berkunjung ke FH UI, ia sempat melihat kehadiran beberapa kucing. Akan tetapi, jumlah kucing saat pandemi menurutnya tidak sebanyak ketika masa-masa kuliah luring dahulu.

Sistem pembelajaran yang tadinya luring kini menjadi daring. Hadirnya pandemi memang mengubah berbagai aspek dalam kehidupan. Kampus tempat para sivitas akademika berlalu-lalang lantas sepi dan jarang dikunjungi. Tak hanya berdampak kepada sivitas akademika, pandemi ternyata juga memengaruhi kehidupan kucing-kucing di FH UI nan jaya.

Pada kesempatan kali ini, Divisi Pers berkesempatan untuk mewawancarai pihak di balik akun Instagram @kucingfhui, yaitu Mbak Gita, Bu Ayu, dan Bu Nunung. Dari akun Instagram tersebut kita dapat melihat kucing-kucing yang berada di FH UI. Formasi mereka terdiri dari Bewe, Poy, Malfoy, Rakun, Ompi, Lowi, Gempil, serta masih banyak lagi. Melalui akun @kucingfhui bisa terlihat kucing-kucing tersebut dirawat dengan layak juga keberadaannya disambut dengan baik. Salah satu bentuk kepedulian yang diberikan Komunitas Kucing FH UI adalah dibukanya program donasi untuk makanan, vitamin, dan juga kebutuhan kucing lainnya. Selain itu, ada juga program sterilisasi massal kucing.

Mbak Gita menceritakan awal terbentuknya Komunitas Kucing FH UI, yakni berangkat dari tahun 2019, saat itu keberadaan kucing di lingkungan FH UI sudah terhitung banyak, kira-kira terdapat sepuluh ekor. Akan tetapi, masih sedikit pihak yang menunjukkan kepeduliannya kepada kucing-kucing tersebut. Di lingkup UI, terdapat pula komunitas UI Peduli Hewan. Sebelum berdirinya Komunitas Kucing FH UI, UI Peduli Hewan sempat memberikan subsidi makanan kepada tiap-tiap kucing di berbagai wilayah UI salah satunya FH UI. Akan tetapi, Mbak Gita bersama dengan Bu Ayu serta Bu Nunung memutuskan untuk berdiri sendiri dan membuat komunitas Kucing FH UI. Sebenarnya, Komunitas Kucing FH UI bukan sebuah organisasi, tetapi Kucing FH UI terbuka bagi para mahasiswa yang ingin bergabung sebagai volunteer.

Memasuki masa pandemi Covid-19, terdapat satu pertanyaan yang muncul, yakni “Siapa yang ngurusin kucing di FH UI kalau semua orang berkegiatan dari rumah? Apa mereka terlantar, ya?” Jika kalian salah satunya, ternyata perkiraan tersebut salah besar! Ketika masa pandemi, seperti saat ini pihak Kucing FH UI makin peduli dengan keadaan kucing-kucing di FH UI. Bentuk kepedulian tersebut tercermin dari perawatan yang diberikan oleh pihak Kucing FH UI. Mereka memberi makan secara rutin, baik itu wet food maupun dry food. Kemudian, ada program sterilisasi bagi kucing yang sudah cukup usia. Selain itu, kucing-kucing di FH UI juga diberikan perawatan berupa mandi kering agar tetap bersih dan terjaga dari kutu. Tidak lupa dilakukan juga potong kuku dan pembersihan telinga.

Tahun lalu, terdapat rencana akan diadakannya program vaksinasi untuk kucing di FH. Akan tetapi, masih belum bisa terlaksana sebab terlalu challenging. Rencana tersebut muncul lagi tahun ini. Dalam perkembangannya, saat ini Kucing FH UI sudah memiliki satu donatur tetap, yakni Prof. Satya. Bagi IKM FH UI, donasi untuk kucing FH dibuka seluas-luasnya. Donasi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan kucing, seperti makanan kering dan basah, vitamin, serta pengobatan bagi kucing yang sakit. Donasi bisa dilakukan dengan menghubungi Bu Ayu di nomor +62 811-1112-254.

Pada penghujung wawancara, terdapat pesan dari Bu Nunung, “Jangan lupa untuk selalu peduli dengan hewan di sekitar kita. Bagaimanapun juga, mereka juga makhluk Tuhan. Hal yang paling penting, tolong jangan anggap mereka sebagai hama yang menjijikkan. Sudah tugas kita sebagai manusia untuk menjaga mereka.” Diingat ya Sobat PERFILMA!

32 views2 comments

Recent Posts

See All