Breaking News: Gempa Guncang Cianjur hingga Terasa di FH UI!

oleh Ghani Maeda Y. dan Muhammad Rifaldy Zelan


Pada Senin (21/11), sivitas Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) digemparkan dengan pemandangan mahasiswa yang berbondong-bondong keluar dari ruangan kelas akibat dari guncangan besar gempa bumi. Tak hanya menimpa daerah sekitar Depok, gempa siang ini juga mencakup wilayah V-VI Cianjur, IV-V Garut, IV-V Sukabumi, III Cimahi, III Lembang, III Kota Bandung, III Cikalong Wetan, III Rangkasbitung, III Bogor, III Bayah, II-III Rancaekek, II-III Tangerang Selatan, II-III DKI Jakarta, II-III Depok, II-III Tangerang, III Bakauheni. Dilansir dari CNN Indonesia, gempa yang terjadi pada sekitar pukul 13.21 WIB tadi berpusat di 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan magnitudo 5,6.

Gempa yang terjadi pada siang hari tadi, tentunya sempat mengganggu berjalannya kegiatan di lingkungan FH UI. Hal ini juga dirasakan oleh Regita Eka Maritza, yang akrab disapa Regita, mahasiswa FH UI angkatan 2020. Regita menuturkan ketika gempa terjadi, ia tengah melaksanakan kerja kelompok mata kuliah Praktik Hukum Acara Perdata bersama dengan teman-temannya di Auditorium Djokosoetono. Regita menggambarkan terjadinya gempa membuat seisi Auditorium terasa mencekam. “Tadi, gue dan teman-teman duduk di bagian atas auditorium sebelah kiri, tiba-tiba ruangannya gerak semua dan air conditioner yang berdiri di situ goyang juga,” ujar Regita ketika diwawancarai Divisi Pers PERFILMA FH UI. Regita mengaku, ia dan kelompoknya sama-sama merasa terkejut dan segera bergegas keluar dari Auditorium. Tak hanya Regita, sivitas FH UI lainnya juga beramai-ramai menuju daerah sekitaran Taman SnT, Taman Moot Court atau MC, depan Auditorium, hingga lobby FH UI untuk mengungsi. Namun, banyak juga sivitas FH UI yang tidak menghiraukan terjadinya gempa bumi dengan tetap berada di tempat ketika gempa bumi terjadi.

Regita juga menuturkan bahwa gempa yang terjadi sempat menghambat berjalannya kerja kelompok. Akibat dari gempa itu, kerja kelompok harus berpindah lokasi ke depan ruangan Soemadipradja & Taher atau Taman SnT. Kemudian, setelah gempa mereda, Regita dan kelompoknya langsung kembali ke Auditorium guna mengemas barang-barang yang tertinggal. Meskipun kerja kelompok terganggu, Regita tetap merasa bersyukur karena tidak ada dampak berarti dari gempa bumi tersebut bagi sivitas FH UI. “Ada dampaknya, sih, pasti, ya, tetapi alhamdulillah juga bukan yang gimana-gimana karena kita nggak apa-apa. Jadi gue nggak mau begitu whines about it,” tutup Regita.

Hingga saat ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui website resminya, mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap adanya kemungkinan gempa susulan. Salah satu bentuk kewaspadaan adalah dengan bersiap dengan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Apabila kalian berada di dalam gedung, segeralah bergegas turun melalui tangga darurat. Namun, jika keadaannya tidak memungkinkan segera berlindung di bawah meja dan jauhi kaca. Terakhir, jangan lupa untuk berdoa dan buang rasa panik, ya!

26 views0 comments