Fasilitas Kampus FH UI: Benarkah Membutuhkan Perbaikan?

oleh Andrea Basuki dan Rania Salsabilla


Sebagai world class university, Universitas Indonesia (UI) diekspektasikan memiliki fasilitas yang ideal dan memadai, termasuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Di FH UI sendiri, terdapat beberapa gedung yang dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan, mulai dari gedung A (lobby) hingga gedung G (kantin). Tidak hanya itu, fasilitas pada mayoritas ruang perkuliahan juga dianggap sudah lengkap dan memadai, seperti ruang Makes dan kelas Boedi Harsono. Akan tetapi, berbagai ruangan tersebut hampir tidak pernah digunakan ketika pandemi melanda sehingga fasilitas jarang dipakai. Sekarang, dengan dimulainya kegiatan perkuliahan secara luring, kebutuhan warga FH UI tidak bisa dipisahkan dengan berbagai kesiapan fasilitas yang terdapat di kampus.

Mutiara, mahasiswi FH UI 2021, berkata bahwa ia hampir tidak pernah mengunjungi kampus sebelum perkuliahan offline sehingga ia tidak terlalu berekspektasi banyak akan fasilitas yang disediakan oleh pihak kampus. Ternyata, fasilitas yang disediakan di FH UI melampaui ekspektasi dari Mutiara. “Gue suka banget sama ruang kelas di FH UI. Ruangannya dingin, kursinya empuk, terus interior kelasnya bagus, terutama ruang Balai Sidang (Balsid). Gue sampai amaze waktu pertama kali masuk Balsid.” Ia juga berpendapat bahwa FH UI memiliki banyak tempat yang bisa digunakan sebagai spot ngobrol dengan teman-teman dan toilet yang relatif bersih.

Fasilitas dan ruangan apik yang tersedia di FH UI lazimnya merupakan buah sumbangan dari para alumni FH UI sendiri. “Kelas-kelas itu bagus karena sumbangan alumni. Dalam museum UI, ditulis nama-nama alumni yang telah menyumbang. Jembatan ke kantin juga salah satu buah sumbangan dari alumni angkatan 1987,” ujar Pak Slamet, seorang pegawai FH UI yang bekerja di bagian Rumah Tangga FH UI (RT FH UI). Ia juga menambahkan bahwa pada ruangan yang telah direnovasi, jika orangnya berkenan, maka di depan ruangan akan dicantumkan nama yang menyumbangkan.

Sayangnya, terlepas dari fasilitas yang telah begitu baik, terdapat beberapa kekurangan, seperti pemanfaatan yang kurang maksimal ataupun kendala yang kerap ditemukan dalam penggunaannya. “Sering nggak bisa connect ke wifi, sih. Hal ini cukup menghambat perkuliahan karena di tengah perkuliahan terkadang dosen meminta untuk mencari pasal dalam undang-undang, sedangkan gue lagi nggak bisa buka internet lewat laptop,” ujar Mutiara. Selain itu, terdapat beberapa mahasiswa yang turut mengeluhkan kursi atau meja Balsid yang rusak. Bagian dari RT FH UI juga menerima laporan terkait kendala tersebut, tetapi tidak banyak yang bisa dilakukan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang ada baiknya ditambahkan dan dikembangkan, seperti akses wifi dan peningkatan jumlah stop kontak yang tersebar di beberapa ruangan. “Kita tetap maintenance fasilitas-fasilitasnya, tetapi hal-hal seperti wifi itu memang terbatas karena bandwidth-nya memiliki kapasitas terbatas kalau terlalu banyak yang pakai. Jadi, mohon dimaklumi saja,” terang Pak Slamet.

Pengembangan fasilitas dinilai krusial karena layak atau tidaknya fasilitas di sekitar kampus sangat memengaruhi kegiatan perkuliahan. “Kalau kuliah, kan, kita harus fokus agar dapat mengerti mengenai materi yang dikasih sama dosen. Kalau ada hal lain yang mengganjal di pikiran, terutama dari fasilitas yang dipakai, akan mengurangi fokus kita di kelas dan jadi bete duluan sebelum kelasnya selesai,” keluh Mutiara. Kabar baik untuk Mutiara dan mahasiswa-mahasiswi lain dengan perasaan yang serupa, Pak Slamet memastikan bahwa tim rumah tangga FH UI akan selalu berupaya untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas yang mengalami kerusakan. “Jika ada yang bermasalah, monggo langsung lapor ke bagian rumah tangga, kita terbuka,” ujarnya saat ditanya mengenai perbaikan fasilitas kampus. Sejauh ini, laporan mengenai beberapa fasilitas yang telah diajukan kepada RT FH UI sudah ditindaklanjuti, seperti air conditioner di ruangan Student Centre yang semula bermasalah, sekarang sudah dapat digunakan kembali.

Selain memperbaiki fasilitas yang sudah ada, kampus juga akan membangun fasilitas baru. Salah satunya adalah dengan membangun gedung H sebagai gedung baru untuk perkuliahan. “Gedung tersebut sedang dalam tahap finalisasi dengan sembilan lantai yang nantinya akan tersambung dengan gedung F dan E,” jelas Pak Slamet. Rencananya gedung H akan digunakan untuk kelas, kantor, cafe, dan juga kantin. Pembangunan gedung ini dilakukan sebagai upaya preventif apabila nanti kelas reguler dan paralel sudah tidak digabung sehingga membutuhkan kelas tambahan. Gedung yang sudah dalam tahap finalisasi ini, lagi-lagi juga merupakan buah dari sumbangan alumni. Namun proyek besar ini nyatanya masih membutuhkan dana yang lebih. Pak Slamet berkata bahwa ia dan tim masih mencari alumni atau donatur lain untuk membantu merealisasikan proyek ini.

36 views0 comments