Fenomena Citayam Fashion Week dalam Pandangan IKM FH UI

Oleh Dionisius Welle dan Melvina Indria


Belakangan ini, kawasan Sudirman Central Business District atau yang biasa disebut SCBD ramai diperbincangkan. Bahkan, SCBD lebih dikenal sebagai singkatan dari Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Lantas, apa yang menyebabkan kawasan bisnis SCBD ini menjadi viral?

Fenomena SCBD atau yang kerap disebut Citayam Fashion Week (CFW) ini bermula dari video-video viral yang beredar di media sosial, khususnya TikTok. Video-video tersebut menunjukkan wawancara seorang pemilik akun TikTok bernama Bara dengan beberapa remaja yang sering nongkrong di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Akibat video wawancara tersebut, daerah SCBD semakin ramai dengan remaja yang diketahui berasal dari daerah Citayam hingga Bojong Gede. Mereka juga terlihat menggunakan outfit yang ‘melawan tren’ sehingga terlihat unik dan nyentrik. Tidak jarang juga, para remaja tersebut beradu outfit dengan melakukan catwalk di zebra cross Dukuh Atas, Sudirman. Dari situlah terbentuk istilah CFW.

Perlu diakui, kekuatan media sosial sangat berpengaruh dalam memasifkan fenomena CFW ini. Ketika banyak content creator sampai public figure yang membahas, fenomena ini makin populer di masyarakat. Dari kalangan FH UI, Putti Zara dan Muhammad Dandy Saputra, mahasiswa FH UI 2020 dan 2021, cukup mengetahui tren CFW melalui TikTok. Putti sendiri sebelumnya pernah berkunjung ke daerah SCBD, tetapi belum pernah melihat tren ini secara langsung. Namun, setelah melihat di media sosial, Putti merasa bahwa tren ini membuat kawasan Sudirman menjadi macet karena ramainya daerah tersebut. Lain halnya dengan Dandy yang pernah secara langsung ke kawasan SCBD di saat sedang viral, “Vibes-nya beda banget, anak-anak SCBD style-nya pada gokil-gokil banget,” ungkap Dandy.

Dengan outfit yang didominasi street fashion, para remaja di kawasan SCBD ini menarik perhatian masyarakat. Tidak jarang pula terdapat anggapan bahwa outfit dari remaja-remaja tersebut unik. Namun, tidak sedikit masyarakat yang memiliki pandangan berbeda. Dandy pun menganggap bahwa outfit para remaja tersebut memang terlihat aneh dan merupakan hal yang lucu baginya. Di sisi lain, Putti mengatakan bahwa hal tersebut tergantung selera masing-masing. Bagi Putti sendiri, outfit dari remaja SCBD tersebut bukanlah seleranya.

Tentu saja fenomena ini banyak menimbulkan pro dan kontra. Tidak sedikit masyarakat yang menganggap fenomena ini merupakan hal yang mengganggu dan justru menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Dandy menilai bahwa fenomena ini menyebabkan daerah tersebut menjadi kotor dan tidak sedap dipandang, “Minus-nya, sih, daerah KRL Sudirman jadi banyak yang buang sampah sembarangan gitu,” ujar Dandy. Di lain sisi, Putti mengungkapkan bahwa tren CFW membuat beberapa remaja SCBD yang viral menjadi star syndrome. “Substansi kontennya kurang mengedukasi generasi milenial aja, sih, lebih ke entertainment doang,” ujar Putti mengenai konten terkait CFW. Akan tetapi, fenomena ini juga memiliki hal positif yang patut diapresiasi oleh masyarakat. Fenomena ini merupakan sebuah bentuk kreativitas dan ekspresi seorang insan dalam berpakaian dan berseni. Tidak hanya itu, fenomena ini juga dapat membantu pedagang-pedagang yang berjualan di sekitar kawasan Sudirman. Putti juga mengungkapkan bahwa para pedagang brand lokal dapat terbantu dengan adanya CFW sebagai ajang promosi baju-baju atau fashion dari brand lokal yang dijadikan referensi bagi orang. Terakhir, fenomena ini juga dapat mendorong kepercayaan diri seseorang dalam berpakaian sehingga tidak perlu ragu dalam menampilkan identitas sesungguhnya dan menandakan bahwa semua orang dapat menjadi keren, terlepas dari status sosio-ekonominya di masyarakat.

Dengan demikian, kebebasan berekspresi merupakan nilai yang dikedepankan dari fenomena ini. Namun, kebebasan tersebut harus diikuti oleh tanggung jawab. “Selama tren ini masih normal, nggak over, dan nggak mengganggu pihak manapun, kenapa nggak?” ucap Putti. Dengan demikian, kebebasan yang bertanggung jawab merupakan nilai yang harus dimiliki oleh tiap masyarakat dalam menanggapi sebuah hal, khususnya fenomena yang hangat yang sedang terjadi di masyarakat.

24 views0 comments

Recent Posts

See All