FH UI Gelar Kuliah Offline Lagi!

Oleh Naufal Arkanz K. dan Shafa Salsabila A.


Sudah genap dua tahun sejak kasus COVID-19 pertama terjadi di Indonesia, tepatnya pada 2 Maret 2020. Pembelajaran dan pekerjaan resmi dilaksanakan secara daring dari rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Akan tetapi, upaya yang dilakukan Indonesia dalam mengurangi kasus lonjakan COVID-19 makin lama kian membaik. Akibatnya, satu persatu kegiatan yang tadinya hanya boleh dilakukan dari rumah, perlahan mulai beroperasi seperti sedia kala.

Meskipun isu kuliah offline sudah ramai dan sempat dilaksanakan beberapa kali, belum lama ini kembali digelar perkuliahan offline, tepatnya pada bulan April 2022. Hal ini dirasakan oleh beberapa mahasiswa FH UI angkatan 2019 yang telah mengikuti perkuliahan offline dengan datang ke kampus. Pelaksanaan kuliah offline ini tentunya tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yaitu, dengan memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Lalu, bagaimana perasaan Abang dan Mbak angkatan 2019 yang kemarin sudah merasakan kembali kuliah offline di FH UI? Apakah mereka merasakan perbedaan kuliah offline sebelum dan saat pandemi? Untuk mengetahui jawabannya, Divisi Pers berhasil mewawancarai Abang dan Mbak angkatan 2019 terkait pelaksanaan kuliah offline yang baru saja mereka jalankan. Mbak Khalillah dan Bang Arghie Hanafi membagikan perasaannya terkait pengalaman kuliah offline setelah dua tahun melaksanakan kuliah secara online.

Mbak Khalila menceritakan, bahwa saat ini tidak semua mata kuliah memberlakukan kelas offline, melainkan hanya ada dua mata kuliah yaitu, Praktek Hukum Pidana (Prapid) dan Hukum Kepailitan. Kedua mata kuliah tersebut sama-sama dilaksanakan di ruangan auditorium. Untuk masalah keberlanjutan kuliah offline, mata kuliah Prapid belum ada kejelasan apakah akan dilanjutkan offline lagi atau tidak. Sedangkan untuk Hukum Kepailitan sudah dipastikan akan berlanjut dengan kelas offline. Mbak Lila berkata, “pelaksanaan kelas offline di masa pandemi, tuh, tidak jauh berbeda dengan sebelum pandemi, cuman jarak antara kursinya aja yang agak berjauhan.” Mbak Lila juga berpendapat bahwa dirinya lebih menyukai kelas online karena ia pribadi merasa materi yang dijelaskan saat kelas online lebih mudah dimengerti. Mbak Lila berkata “nggak direkomendasikan deh kuliah offline karena kuliah offline sangat menghabiskan energi.” Walaupun Mbak Lila lebih memilih kelas online, ia senang dengan diadakannya kuliah offline karena rasa kangen bertemu langsung dengan teman-teman dan duduk-duduk di taman untuk menunggu kelas dapat terobati.

“Hal yang harus dipersiapkan itu siap mental aja, hahaha, kan sudah lama nggak offline jadi agak beda rasanya,” tutur Bang Arghie. Ia menambahkan agar tidak lupa untuk membawa catatan atau laptop dan mempersiapkan undang-undang atau peraturan dari mata kuliah yang terkait.

Adapun perbedaan kuliah offline sebelum pandemi dan saat pandemi menurut Bang Arghie adalah pada kondisi kelasnya. Saat kuliah gabungan sebelum pandemi, jumlah mahasiswa bisa mencapai 500 orang lebih di ruang auditorium. Akan tetapi, di masa pandemi ini, kelas yang digunakan hanya berisi sekitar kurang lebih 100 orang dan posisi duduknya harus diberi jarak sehingga bangku sebelahnya harus kosong. “And obviously sekarang harus pake masker selama berada di kelas,” sambung Bang Arghie. Bang Arghie pun menyampaikan bahwa ia super happy bisa kembali merasakan kuliah offline karena ia sendiri bukan orang yang berdomisili di Jabodetabek sehingga sulit baginya untuk bisa mengunjungi kampus. Terakhir kali ia datang ke kampus ialah dua tahun lalu sebelum diminta pulang karena COVID-19. Jadi, ia sangat senang bisa merasakan belajar di kelas langsung setelah sekian lama dan bertemu teman-teman yang sudah lama tidak ia jumpai. “Was a very short meeting but a memorable for sure, hehehe, can’t wait to be back offline!” Tuturnya.

Kesimpulannya, kuliah offline dan online sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mungkin bagi sebagian orang lebih nyaman dengan dengan kuliah offline dan sebagian lagi lebih nyaman dengan kuliah online. Akan tetapi, apapun preferensi masing-masing mahasiswa, kuliah offline menjadi pertanda bahwa keadaan mulai kembali normal seperti sebelum pandemi dan hal tersebut merupakan berita yang menyenangkan.

20 views0 comments

Recent Posts

See All