Grand Parade Hadir Lagi, FH UI Kembali Unjuk Gigi

Oleh Ghani Maeda Y. dan M. Rifaldy Zelan


Pada Senin, 24 Oktober 2022, para mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai fakultas mengikuti Grand Parade 2022 untuk memberikan dukungan kepada kontingen-kontingen UI Art War (UI AW), Olimpiade Ilmiah Mahasiswa UI (OIM UI), UI Battlegrounds (UIBG), dan Olahraga Internal Mahasiswa UI (OLIM UI). Massa parade terlihat berbondong-bondong berjalan dari fakultas masing-masing untuk berpartisipasi pada Grand Parade 2022 yang acara puncaknya dilaksanakan di Balairung, termasuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Sebelum berangkat menuju Balairung, massa dari FH UI berkumpul di depan patung Djokosoetono tepatnya pada pukul 11.00 WIB. Setelah massa terkumpul, sekitar pukul 12.00 WIB, massa FH UI berjalan menuju Balairung dengan melewati berbagai fakultas, seperti Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, dan Program Vokasi. Dalam momen parade tersebut, massa FH UI dengan lantang meneriakan yel-yelnya. Akhirnya, setelah dua tahun tak bergaung, yel-yel legendaris FH UI, yaitu Yel-Yel Merah Kuning, Kami Takkan Bikin Malu, Field of Tribunal, dan lain-lain dapat kembali bergemuruh di sepanjang jalan UI dan di Balairung.

Tentunya Divisi Pers PERFILMA FH UI tidak melewatkan keseruan acara Grand Parade 2020 ini. Pada kesempatan kali ini, kami berkesempatan berbincang dengan Raihan Daffa atau yang akrab disapa Maing, selaku Ketua Komando Suporter dan Strategi Tentara Merah (KOSTRAT) FH UI. Maing turut turun langsung dalam mempersiapkan FH UI untuk mengikuti parade. “Sebenarnya, parade ini merupakan pembukaan dan sekaligus mengawal tentara merah yang akan berlaga di OIM UI, UI AW, UIBG, dan OLIM UI. Selain itu, parade ini juga sebagai bentuk penyemangat dari Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) FH UI kepada tentara merah,” ujar Maing.

Di dalam gedung Balairung, para mahasiswa FH UI dengan lantang menyerukan semangat untuk tentara merah. Semangat tersebut tertuang dalam nyanyian dan juga koreografi yang telah dipersiapkan dengan matang oleh pihak KOSTRAT FH UI. “Dari kita, sih, menyiapkan tiga koreo, yaitu koreo 3D, kertas, dan tivo.” Bagi pembaca Pers Today yang belum tahu, koreo 3D adalah koreo yang pada saat ditarik, terdapat banner berukuran besar bergambar hakim. Sedangkan, koreo tivo adalah koreo yang berbentuk seperti serigala. “Persiapan untuk membuat koreografinya sendiri kira-kira udah dari satu bulan sebelum parade ini. Puncak persiapannya waktu semalam nyiapin bambu dan printilan lain untuk hari ini,” ujar Maing.

Setelah melalui tahapan persiapan yang sedemikian rupa, ternyata FH UI dari tahun ke tahun memang tidak pernah mengincar posisi best supporter dan hal tersebut dibenarkan oleh Maing. “Kita nggak mengincar best supporter, bahkan dari zaman gue mahasiswa baru (maba). Hal yang kita incar adalah kemegahan agar angkatan baru makin tertarik untuk mengikuti parade dan mendukung tentara merah.” Hal tersebut rupanya berhasil terjadi sebab antusiasme IKM FH UI yang tergolong tinggi dalam mengikuti rangkaian parade hingga bersorak-sorai di Balairung. Suasana yang terbangun dari parade hingga sampai di Balairung juga mendukung munculnya rasa solidaritas tiap fakultas. Hal tersebut kemudian memunculkan akibat positif dan negatif.

Dalam parade yang berlangsung kemarin, terjadi salah satu dampak negatif yang muncul, yakni bentrok antar suporter fakultas. Pemicu dari bentrok tersebut tidak lain adalah salah satu kelompok suporter yang terprovokasi oleh yel-yel yang dinyanyikan oleh kelompok suporter lainnya. Melihat adanya kejadian ini, panitia dan petugas Pengamanan Lingkungan Kampus (PLK) dengan sigap langsung berusaha melerai dan mendamaikan kedua belah pihak. Pada akhirnya, Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari masing-masing fakultas yang berseteru menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan.

Terlepas dari kendala yang ada, Grand Parade 2022 meninggalkan bekas yang mendalam bagi para pesertanya. Dalam mengikuti Grand Parade 2022 ini, William Marcell (FH UI 2021) atau yang akrab disapa Wil menyatakan bahwa dirinya sangat bersemangat karena dapat mengikuti parade secara langsung. Hal ini diungkapnya sebab selama ini ia hanya dapat mendengar cerita mengenai keseruan parade dari kakak tingkat (kating) yang pernah merasakan kuliah luring sebelum pandemi. “Kita sempat ketinggalan parade, kan, karena kita kuliah online, dan sekarang paradenya udah balik. Senang, sih, kita bisa ngalamin apa yang kating-kating bilang seru," ujar Wil. Wil juga menyampaikan adanya parade ini sebagai ajang antarangkatan untuk saling berbaur, baik itu FH UI angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022. Bagi Wil, parade ini meruntuhkan batas antarangkatan. Seluruh IKM FH UI sama-sama berangkulan dalam nama FH UI.

Kepada para kontingen FH UI, Wil berharap agar dapat memberikan yang terbaik. “Harapannya pasti yang terbaik, pasti mereka udah bekerja keras sekuat mungkin dan untuk hasilnya mengharapkan yang terbaik aja, sih,” ucap Wil.

Di sisi lain, Maing berpesan kepada IKM FH UI agar ke depannya jangan sampai massa dari FH UI berkurang. “Gue berharap seluruh IKM FH UI tetap ada pada saat tentara merah bertanding. Kalau misal kita nggak bisa ngasih yang terbaik buat FH sebagai kontingen, setidaknya kita mendukung mereka yang menjadi kontingen,” tutur Maing. Untuk pertandingan terdekat yang dihadapi kontingen FH UI adalah basket yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Oktober 2022. Seluruh IKM FH UI diimbau untuk berpartisipasi dalam mendukung tentara merah.

35 views0 comments