Kemarin, Pembegalan Mahasiswa UI di Kutek!


Oleh: Muhammad Rifaldy Zelan dan Ghani Maeda Y.

Kukusan Teknik atau yang kerap disingkat menjadi Kutek merupakan salah satu tempat favorit bagi para mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mencari kamar indekos atau hanya sekadar mencari makan. Hal tersebut karena harga sewa kamar indekos dan makanan di sekitaran Kutek terbilang murah jika dibandingkan dengan di daerah Belakang Rel (Barel) atau Margonda. Namun, di balik pesonanya, baru-baru ini terdapat peristiwa pembegalan yang menimpa salah satu mahasiswa UI berinisial R.

Pada 17 Agustus 2022 dini hari, tepatnya pada pukul 02.30 WIB, R tengah sibuk memainkan HP-nya di Warung Kopi (Warkop) Boga Jaya yang berlokasi di Jl. H. Ahmad Nomor 15, Kukusan, Beji, Kota Depok. Suasana saat itu memang sepi karena sudah larut malam. “Waktu itu, cuman ada saya sama si R karena sudah larut malam dan warkop sepi,” ucap pemilik warkop. Kemudian, saat itu pula, tiba-tiba datang dua orang pemuda yang berboncengan menaiki motor. Salah satu dari pemuda tersebut langsung memaksa R untuk menyerahkan sejumlah uangnya serta berusaha merampas telepon genggam milik R.

Melihat kejadian itu, pemilik warkop spontan meminta pertolongan kepada warga sekitar dengan berteriak “maling!”, sementara R berusaha merebut kembali telepon genggamnya yang telah direbut oleh begal. Menurut kesaksian pemilik warkop Boga Jaya, R sudah sempat dilepaskan oleh begal. Akan tetapi, R tetap bersikukuh untuk merebut kembali ponselnya yang telah diambil oleh begal. Akibat dari usaha R tersebut, R mendapatkan enam bacokan, yaitu pada bagian lengan kiri, pergelangan tangan kiri, ibu jari kiri, telinga kanan atas, pundak kiri, dan satu luka di telinga kiri bagian atas.

Melihat kejadian tersebut, pemilik warkop berusaha untuk mencari pertolongan dari warga sekitar. “Keadaan sekitar pada saat terjadi kejadian begal memang sangat sepi. Saya mencari bantuan, tetapi hanya ada satu orang yang bangun,” ucap pemilik warkop. Setelah mendapat bantuan, R segera dibawa ke rumah sakit Graha Permata untuk mendapatkan pertolongan pertama. Menurut kesaksian pemilik warkop, R dibawa menuju rumah sakit dalam keadaan sadar. Hingga berita ini terbit, R masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara pelaku belum tertangkap.

Berdasarkan penuturan pemilik warkop, kejadian begal di kawasan kutek ini tidak hanya sekali terjadi. Pada bulan Juli lalu, di pintu masuk Kutek terjadi pula peristiwa serupa. Akan tetapi, wajah dari pelaku begal pada 17 Agustus 2022 dini hari tidak tergolong familiar bagi warga setempat. Hal tersebut menandakan pelaku kemungkinan baru pertama kali melakukan tindakannya di daerah sekitaran Kutek.

Menutup wawancara, pemilik warkop menyampaikan beberapa pesan pada mahasiswa agar tidak sendirian saat keluar dari kamar indekos. Selain itu, ketika sudah selesai berkegiatan, usahakan untuk segera pulang. Perlu diingat bahwa di sekitar tempat kejadian terdapat lumayan banyak kamar indekos sehingga mahasiswa memang perlu lebih waspada dengan adanya kejadian tidak mengenakkan ini. Baiknya mahasiswa juga memiliki perlindungan untuk memperkecil kemungkinan terjadi kekerasan yang menimbulkan korban, seperti skill beladiri. Terakhir, pemilik warkop juga berpesan bahwa dengan adanya kejadian ini semoga tidak menjadikan warkop miliknya memiliki kesan buruk di mata masyarakat.



82 views0 comments

Recent Posts

See All