Kisah Horor: FH UI di Malam Hari

Oleh Raisha Inayah Dahlan dan Tabina Adelia Pastika

Kegiatan perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) biasanya dilaksanakan mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 21.00. Namun, banyak dari mahasiswa yang masih berada di lingkungan FH UI hingga pukul 23.00. Lampu-lampu yang ada di FH UI juga dibiarkan menyala hingga jam 6.00 pagi. Akan tetapi, pernah nggak, sih, terbesit di pikiran kalian, bagaimana aktivitas di FH UI saat sepi karena mahasiswa telah beranjak pulang?

Bangunan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) yang telah berdiri sejak tahun 1950-an menyimpan berbagai cerita di dalamnya, tak terkecuali cerita yang menyeramkan. Desas-desus yang paling banyak beredar di kalangan mahasiswa FH UI adalah tentang keberadaan Si Merah dan nenek tua yang kerap kali muncul dalam pandangan warga FH UI. Si Merah acapkali dikaitkan dengan seorang wanita yang menggunakan pakaian merah dan berjalan dengan cepat yang sering terlihat oleh warga FH UI. Di sisi lain, nenek tua digambarkan layaknya nenek tua yang berjalan lirih dan membungkuk pada malam sepi di lingkungan FH UI.

Berdasarkan cerita yang beredar, pasti banyak dari kalian yang sering mendengar mengenai kisah patung Djokosoetono atau sering disebut patung Djoksoet yang berada di halaman depan FH UI. Patung Djoksoet diceritakan menghilang pada malam hari dan berjalan mengelilingi FH UI dan mengajar kelas-kelas kosong. Maraknya informasi mengenai cerita patung Djoksoet ini membuat Tim Divisi Pers terdorong untuk menggali informasi lebih dalam mengenai keadaan malam hari di FH UI. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh Tim Divisi Pers dengan Bapak Vikris Bantoro selaku satpam yang telah bertugas di FH UI selama 25 tahun, cerita mengenai patung Djoksoet merupakan cerita lucu-lucuan saja dan beliau sendiri belum pernah melihat ataupun mendengar hal tersebut. Terlepas dari kisah patung Djoksoet yang hanya mitos belaka, Bapak Vikris dan Bapak Supriyadi selaku satpam FH UI ternyata pernah mengalami kisah mistis saat jaga malam di FH UI, lho!

Kisah pertama datang dari Bapak Vikris Bantoro selaku satpam yang telah bertugas di FH UI sejak tahun 1999. Pada suatu malam, beliau mendengar sayup-sayup suara cekikikan seorang perempuan di sekitar musala ketika beliau bertugas untuk jaga malam. Beliau yakin suara tersebut bukan berasal dari manusia karena hanya ada laki-laki yang bertugas pada malam itu. Meskipun mengalami kejadian mistis, Pak Vikris tidak ambil pusing dengan kejadian tersebut. “Mungkin, saya lucu kali, ya,” candanya. Selain itu, beliau juga membenarkan desas-desus tentang keberadaan Si Merah di FH UI. “Dulu, para warga FH UI, bahkan tukang bangunan sering melihat si Merah muncul di lantai tiga,” tuturnya.

“Di sini, sih, banyak yang suka jalan bolak-balik, seperti kepalanya nggak ada, tetapi memang kadang-kadang aja munculnya, bahkan beberapa kali dimasuki gitu jadi kesurupan.” Tutur Bapak Supriyadi, satpam yang telah bertugas menjaga FH UI sejak tahun 2005. Beberapa tahun lalu, saat beliau menjalankan tugasnya pada malam hari, di sekitar kantin, beliau dikejutkan dengan plastik yang beterbangan dan suara langkah kaki yang terdengar dari belakangnya. Namun, ketika beliau menoleh ke belakang untuk mencari langkah kaki tersebut, tidak ada siapapun yang berjalan atau melemparkan plastik.

Tak berhenti sampai di situ, Bapak Supriyadi masih memiliki cerita lainnya. Kisah itu berawal dari listrik fakultas yang mati di tengah malam. Beliau berjaga bersama dengan keempat rekannya dan melihat sosok dosen yang berjalan cepat dengan membungkuk dari arah gedung C menuju gedung E. Semua yang berjaga kemudian bergegas untuk memeriksa sosok tersebut dan sayangnya mereka tidak mendapati apa-apa. Dengan kata lain, sosok tersebut telah menghilang dengan cepat.

Selama tujuh belas tahun Bapak Supriyadi bekerja sebagai satpam, hal yang paling sering dirasakan saat berjaga malam adalah munculnya suara-suara aneh serta wewangian ketika mengelilingi area FH UI. Bapak Supriyadi bukan hanya pernah merasakan, tetapi juga tak jarang mendengar cerita mengenai sosok nenek bungkuk. “Ada mahasiswi cerita ke saya bahwa ia melihat lima mahasiswa baru pergi ke toilet malam-malam. Akan tetapi, ketika ia menoleh lagi, ia justru melihat lima nenek yang berjalan bungkuk keluar dari toilet tersebut. Sontak, mahasiswi itu gemetar ketakutan,” ujarnya.

Menurut Bapak Vikris, malam memang menjadi waktu makhluk tak kasat mata berkelana. Untuk itu, kita diharapkan untuk berlaku sopan dan bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Supriyadi, “Kita harus menghargai mereka seperti menghargai sesama manusia. Bahkan, bisa kita umpamakan seperti menghormati orang tua kita.” ucap Bapak Supriyadi. “Hal yang paling penting adalah menjaga etika karena bangunan ini merupakan bangunan tua dan bukan hanya kita yang beraktivitas di sini,” tutupnya.

Itulah beberapa kisah mistis yang Tim Divisi Pers dapatkan dari mereka yang tetap berada di lingkungan FH UI selama 24 jam untuk menjaga keamanan. Terlepas dari benar atau tidaknya, itu semua kembali lagi pada keyakinan kita masing-masing. Artikel ini bukan dibuat untuk menakut-nakuti para pembaca, tetapi sekadar memberikan informasi dari pengalaman para narasumber yang telah terlebih dahulu berkegiatan di lingkungan kampus FH UI.

Sebenarnya, kita tidak perlu merasa takut terhadap sosok tersebut. Cukup menjaga sopan-santun serta etika ketika kita sedang beraktivitas, bukan hanya di lingkungan FH UI, tetapi juga di manapun kita berada. Apakah kamu juga memiliki pengalaman horor saat berada di lingkungan FH UI? Oh, iya, jangan lupa untuk mengecek kanan kirimu, ya! Mungkin, saat kamu sedang membaca artikel ini bersama sosok tak kasat mata di sampingmu.

344 views1 comment

Recent Posts

See All