Kuliah Full Offline: Tips and Tricks Outfit Style!

Oleh Melvina Indria dan M. Thoriq Classica

Sudah sepekan sejak Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menerapkan seluruh kegiatan perkuliahan secara tatap muka. Kegiatan-kegiatan yang semulanya terbatas dilaksanakan secara daring, kini dilaksanakan secara luring sehingga mengharuskan mahasiswa untuk pergi ke kampus. Perubahan ini tentunya menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar mahasiswa. Namun, perubahan ini juga mempengaruhi cara berpakaian mahasiswa, pada saat kuliah online, kebanyakan mahasiswa menggunakan outfit seadanya karena perkuliahan dilakukan melalui Zoom cloud meetings yang hanya memperlihatkan setengah badan. Bahkan, tidak sedikit pula mahasiswa yang hanya menampilkan keningnya saja atau tidak menyalakan kamera sama sekali sehingga tidak memperlihatkan cara berpakaiannya. Hal tersebut juga dirasakan oleh Nabila Azzahra (FH UI 2019) dan El Willard Zavier (FH UI 2021).

Saat kuliah online, Nabila akan menyesuaikan cara berpakaiannya dengan kelas yang diikutinya. Apabila ia mengikuti kelas yang mengharuskan untuk menyalakan kamera, ia akan menggunakan pakaian yang pantas, seperti kemeja. “Mengingat kita juga berada dalam ruang institusi pendidikan, jadi penampilannya juga harus disesuaikan,” ujar Nabila. Berbeda dengan Nabila, Willard mengatakan bahwa meskipun diharuskan untuk menyalakan kamera, ia tetap menggunakan kaus saja. “Kalau waktu online, jujur gue cuma kaus-an aja.” ujar Willard.

Berbeda dengan saat online, etika berpakaian merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan pada saat kuliah offline. Menurut Nabila, sebagai mahasiswa FH UI, etika berpakaian yang paling penting adalah berpakaian decent dan terlihat rapi. Berpakaian rapi bagi Nabila tidak harus selalu menggunakan kemeja karena banyak pakaian rapi lainnya yang dapat dijadikan pilihan untuk digunakan saat kuliah ke kampus. Namun, Nabila menambahkan bahwa ada beberapa pakaian yang sebaiknya tidak digunakan saat kuliah offline, salah satunya seperti ripped jeans. Willard memiliki pendapat yang sama dalam etika berpakaian, ia menganggap hal yang red flag dalam berpakaian adalah tidak rapi serta tidak sopan.

Bagi beberapa orang, penentuan outfit dapat menjadi salah satu hal yang sangat membingungkan. “Duh, hari ini gue pakai baju apa, ya ke kampus?” Kira-kira kalimat itulah yang akan sering diucapkan oleh kebanyakan mahasiswa saat akan memulai hari. Biasanya, mahasiswa akan memilih untuk menggunakan pakaian yang nyaman, tetapi tetap terlihat stylish. Oleh karena itu, tidak jarang mahasiswa akan memakai style outfit yang sama atau bisa dibilang outfit repeater. Lain halnya dengan Nabila yang lebih suka untuk mengeksplor style outfit baru dan akan menyesuaikan outfit-nya dengan mood-nya pada hari itu. “Kalau lagi ceria, aku suka pakai yang colorful. Kalau lagi malas mood-nya, aku suka tone down warna bajunya gitu, sih.” Di sisi lain, dalam hal berpakaian, Willard kerap mengubah style outfit-nya untuk kuliah, bahkan sudah mempunyai costume list untuk sehari-harinya. Misalkan, di hari Senin casual formal, Selasa vintage, dan Rabu dark academia. Selain itu, Willard menentukan outfit bukan dari genrenya, melainkan dari tone warnanya, misalnya hari Kamis earth tone dan Jumat monochromatic.

Nabila dan Willard juga memberikan beberapa tips and tricks serta saran outfit bagi mahasiswa FH UI. Tips dari Nabila adalah mengumpulkan pieces yang unik agar outfit terlihat stand out dan memiliki baju-baju basic yang cukup agar lebih mudah untuk di mix and match. Willard juga mengatakan untuk jangan takut mix and match outfit. Saran dari Willard untuk menggunakan pleated pants sebagai base dari outfit. Dari base tersebut bisa dikombinasikan dengan pakaian lainnya, seperti button up shirt, polo shirt, atau bisa juga memakai t-shirt yang di layer dengan button shirt, cropped flight jacket, atau work jacket. “Gue aja, nih, one pair pleated pants bisa gue jadikan 7 outfits.” ucap Willard. Nabila pun memberikan rekomendasi outfit bagi para perempuan, “Bisa coba eksplor dengan flare pants atau trousers karena sekarang juga lagi cukup trendy.” Selain itu, ia juga memberi saran untuk atasannya menggunakan blouse atau kemeja. Pilihan lainnya bisa juga menggunakan kaus yang diberi aksen neckerchief dengan berbagai macam pilihan style.

Sejatinya, banyak sekali pilihan outfit style yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk kuliah offline. Misalnya, satu baju dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis celana ataupun rok, begitu pun sebaliknya. Seperti saran Nabila dan Willard untuk mix and match outfit yang akan dimiliki. Namun, harus diingat bahwa mahasiswa melakukan berbagai kegiatan di kampus. Jadi, meskipun banyak pilihan outfit yang dapat digunakan, tetaoi tetap harus menjaga etika berpakaian dengan memilih outfit yang rapi dan sopan.




54 views0 comments

Recent Posts

See All