Kuliah Gratis di Luar Negeri Lewat IISMA 2022

Updated: May 23

Oleh Dionisius Welle dan Melvina Indria


Dari sekian banyak beasiswa luar negeri yang ditawarkan kepada para mahasiswa, terdapat salah satu beasiswa yang baru-baru ini diumumkan, yakni Indonesian International Student Mobility Awards 2022 (IISMA 2022). IISMA 2022 merupakan salah satu beasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang memberikan dana fully funded bagi mahasiswa dalam program mobilitas di berbagai universitas ternama di luar negeri. Mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program IISMA dapat menempuh studi di universitas mitra luar negeri selama satu semester yang dapat disetarakan hingga 20 satuan kredit semester (SKS).

Pada 14 Mei 2022 lalu, IISMA 2022 telah mengumumkan hasil seleksinya. Dari total 7.501 pendaftar, sebanyak 1.155 mahasiswa dari seluruh Indonesia berhasil lolos seleksi program beasiswa ini. Putri Artanti (FH 2019) dan Faiza Afelia (FH 2020) merupakan dua dari sekian mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) yang mendapatkan kesempatan untuk studi ke luar negeri melalui IISMA 2022.

Kuliah di luar negeri merupakan goals dan impian Putri sejak lama. Bahkan, ia sempat diterima S1 di beberapa universitas di luar negeri, tetapi karena satu dan lain hal ia memutuskan untuk tidak mengambilnya. “This feels like a chance to rectify that mistake,” ucap Putri terkait salah satu alasannya mendaftar IISMA 2022. Menurutnya, kesempatan belajar fully funded di universitas ternama dunia merupakan kesempatan sekali seumur hidup. IISMA merupakan program yang mendukung multidisciplinarity sehingga cocok untuk mahasiswa yang ingin mengeksplor pilihan lain di luar bidang yang diminatinya. Berbeda dengan Putri, Afel awalnya takut untuk mendaftar IISMA 2022 karena mempertimbangkan durasi perkuliahannya karena akan ada beberapa mata kuliah di semester lima yang nantinya harus ia undur ke semester lain. Namun, setelah menimbang berbagai pro dan kontra, akhirnya ia tetap mendaftarkan dirinya untuk ikut seleksi IISMA 2022.

Dalam pendaftaran IISMA 2022, tentunya para peserta harus mempersiapkan beberapa berkas persyaratan, seperti surat-surat pernyataan, surat rekomendasi dari dekanat, pembimbing akademik, serta transkrip nilai. Selain itu, peserta juga harus melakukan persiapan wawancara. Untuk kalian yang penasaran dan bertanya-tanya, “Bagaimana, sih, persiapan mereka yang lolos seleksi IISMA 2022?”. Putri mengatakan bahwa persiapannya dalam mendaftar IISMA 2022 cenderung cepat karena tidak banyak yang harus dipersiapkan. Untuk prapendaftaran, ia hanya belajar satu minggu untuk tes International English Language Testing System (IELTS) dan lanjut mengurus berkas-berkas ke FH UI dan UI. Dalam persiapan esai, ia dibantu oleh teman-temannya yang banyak memberi input dan peer review. Sementara itu, Afel mengatakan bahwa persiapan yang paling berat baginya adalah English Proficiency Test (EPT) dan esai. Dalam mempersiapkan EPT, Afel sempat latihan beberapa kali sebelum hari tes. Senada dengan Putri, untuk persiapan esai, ia dibantu oleh beberapa alumni IISMA 2021.

Setelah melewati berbagai persiapan tersebut, Putri dan Afel akhirnya mendapat kesempatan kuliah di luar negeri melalui IISMA 2022. Putri mendaftarkan dirinya ke dua universitas, yaitu University College London (UCL) dan University of Pennsylvania (Upenn). Ia berhasil diterima di pilihan pertamanya, yaitu UCL. Alasannya memilih untuk mendaftar di UCL dan Upenn karena tingginya peringkat dan reputasi akademik dari kedua universitas tersebut. “UCL in particular was my first choice karena London-nya, sih. It seems like a fun city,” ucap Putri. Di sisi lain, Afel yang juga mendaftar di dua universitas, yaitu Michigan State University (MSU) dan Boston University, berhasil diterima di MSU. Afel memilih kedua universitas tersebut karena dari dulu ia memang bermimpi untuk sekolah di Amerika. Terlebih, alasan Afel memilih MSU karena organisasinya yang sangat banyak dan mata kuliahnya yang tidak dapat ditemui di Indonesia. “I feel like given the chance, I can explore myself to the fullest extent,” ungkap Afel.

Setelah lolos seleksi, lalu apa? Tentu saja, terdapat tahap-tahap yang harus ditempuh setelah diterima IISMA. Afel menjelaskan bahwa ia harus melewati tahap registrasi dengan mengirimkan berkas-berkas, seperti esai dan nilai EPT. Setelah itu, dilanjutkan dengan tes kebhinekaan, wawancara, pengiriman formulir Curriculum Vitae (CV), serta persiapan dokumen lainnya, seperti pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan tes bebas narkoba. Seluruh dokumen dikumpulkan di website IISMA dalam rentan waktu yang cukup singkat. Putri sendiri saat ini sedang mempersiapkan berbagai keperluan, salah satunya seperti visa. Selain itu, ia juga sudah mulai bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa lain yang lolos di universitas yang sama dengannya.

Sebagai penutup, Putri dan Afel memberikan pesan dan saran untuk mahasiswa FH UI yang nantinya akan mendaftar IISMA. “Gasaja karena ini once in a lifetime opportunity!” ucap Putri. Tidak hanya itu, Putri juga berpesan untuk melakukan persiapan dengan benar dari jauh-jauh hari. Senada dengan Putri, Afel juga berpesan, “Penting untuk diingat bahwa you can have your own way to be great and to find who you truly are, it doesn’t matter in what way as long as it comes from heart and effort while also doing it not only for yourself but for the good of other people too.” kata Afel. Nah, untuk Sobat PERFILMA yang nantinya akan mendaftar IISMA, diingat ya pesan-pesan dari kedua narasumber kami pada PTD kali ini!


83 views0 comments

Recent Posts

See All