Kuliah Luring Dimulai, Bagaimana Nasib Kucing FH UI?

Oleh Devika Hadianti dan Shafa Salsabila Ariyanti


Dilansir dari Instagram story yang diunggah oleh akun @kucingfhui pada 19 Agustus lalu, pihak komunitas Kucing FH UI mendapatkan surat undangan dari pihak FH UI untuk melakukan diskusi. Diskusi tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk membahas penanganan yang tepat terkait populasi kucing di FH UI yang dinilai makin bertambah. Berdasarkan hal ini, diskusi juga dilakukan untuk mempertimbangkan kenyamanan banyak orang saat kantin Yustisia mulai beroperasi ketika perkuliahan offline nanti.

Diskusi yang dilakukan secara hybrid pada tanggal 22 Agustus 2022 tersebut membahas mengenai alasan atau penyebab meningkatnya populasi kucing di lingkungan FH UI. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah beberapa dari kucing FH UI diketahui sedang berada dalam kondisi hamil. Akan tetapi, berdasarkan laporan dari pihak Kucing FH UI, keberadaan kucing di kampus kian bertambah banyak terjadi di luar pantauan pihak pengurus. Adapun salah satu alasan bertambahnya hewan ini adalah karena kasus pembuangan yang dilakukan oleh beberapa pihak yang umumnya tidak diketahui. “Nggak semua kasus penambahan kucing di sini karena kondisi kucing tersebut hamil, tetapi ada pula kucing yang tiba-tiba muncul karena ada beberapa orang yang seenaknya membuang kucingnya ke sini,” ungkap salah satu pihak Kucing FH UI.

Mendengar hal tersebut, pihak FH UI memberikan beberapa saran yang bisa diterapkan oleh seluruh pihak mulai dari pihak kampus, mahasiswa, dan komunitas kucing FH UI terkait permasalahan yang sedang terjadi. “Sebenarnya kucing di FH itu, kan, kucing yang terpelihara semua, jadi lebih baik kalau setiap kucing tersebut punya data-data sendiri, misalnya data vaksinasi. Kalau sudah ada datanya seperti itu, berarti nggak akan ada istilah kucing liar di FH UI,” ungkap Pak Parulian Aritonang sebagai salah satu pihak dari FH UI yang menghadiri diskusi tersebut. Beliau juga menambahkan bahwa dari pihak kampus akan memberikan fasilitas seperti kandang untuk kucing-kucing yang dinilai susah diatur, sementara kucing yang jinak akan dibiarkan saja karena tidak mengganggu.

Selain kandang, Pak Parulian juga mengatakan bahwa ada baiknya jika mahasiswa FH UI diberikan edukasi tentang cara penjagaan dan perawatan kucing yang benar. Beliau mengatakan bahwa beberapa kali kerap ditemukan mahasiswa yang bersikap kasar kepada kucing di lingkungan FH UI. Selain itu, perlu juga dilakukan edukasi kepada masyarakat di lingkungan UI mau pun di luar lingkungan UI yang bertujuan agar tidak ada lagi yang membuang kucing-kucingnya ke lingkungan FH UI. Sementara dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan FH UI, Pak Parulian menyarankan agar dibuatkan satu tempat yang khusus digunakan untuk memberi makan hewan tersebut. “Kalau perlu juga, di beberapa tempat akan diberikan tempat khusus untuk memberi makan kucing. Nanti, kalau ada mahasiswa yang mau kasih makan bisa di tempat tersebut agar sampahnya nggak menyebar. Jadi, lebih gampang juga untuk membersihkannya,” ungkap Pak Parulian.

Sementara itu, pihak komunitas Kucing FH UI turut menyetujui beberapa saran yang Pak Parulian ungkapkan. Mereka menambahkan bahwa lebih baik kalau pihak dari komunitas Kucing FH UI dan mahasiswa memiliki WhatsApp group tersendiri untuk berkoordinasi perihal penemuan kotoran kucing agar pihak Kucing FH UI dapat datang secara langsung untuk membersihkan kotoran tersebut. Pihak Kucing FH UI dan fakultas juga sepakat terkait penyediaan kandang bagi beberapa kucing yang dinilai nakal dan mengganggu.

Kesimpulan dari diskusi yang telah berlangsung adalah kedua belah pihak sepakat bahwa kucing-kucing di FH UI tidak akan dibuang, tetapi fokus mencari cara agar keberadaan mereka tidak mengganggu aktivitas perkuliahan di kampus, terutama dalam hal kebersihan. Salah satu solusi dari permasalahan yang ada juga sudah dalam tahap realisasi, yakni pembuatan kandang untuk beberapa kucing yang nantinya berguna sebagai rumah untuk kucing-kucing yang sulit diatur. Pengawasan serta penindaklanjutan masalah ini memerlukan kontribusi dari seluruh pihak, dimana diharapkan seluruh pihak dapat melakukan pengawasan agar rutinitas kucing-kucing itu tidak mengganggu kenyamanan lingkungan kampus, baik dari pihak Kucing FH UI, pihak kampus, mahasiswa, hingga seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan FH. Pihak keamanan juga dapat berperan penting dalam memantau semisal ada pihak yang diam-diam atau di malam hari membuang kucingnya di lingkungan FH UI. Di akhir diskusi, pihak Kucing FH UI menyampaikan harapannya supaya kedepannya kucing-kucing di kampus tetap dapat hidup dengan layak dan terawat. Sejatinya, kucing juga merupakan makhluk hidup yang berhak dipelihara dan dilindungi. Maka dari itu, segala bentuk perlakuan yang menyakiti atau mengganggu seluruh kucing FH UI adalah perbuatan yang tidak dibenarkan.

37 views0 comments

Recent Posts

See All