Lebih Produktif dengan Magang Merdeka

oleh Aina Nur dan Devika Hadianti


Sebagai lembaga negara yang bergerak di bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka peluang lebih besar bagi para mahasiswa untuk mengikuti magang melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka atau yang lebih dikenal sebagai Magang Merdeka. Program tersebut merupakan program magang bersertifikat yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa, baik program studi sarjana maupun vokasi dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) di Indonesia.

Salah satu daya tarik yang dimiliki Magang Merdeka adalah perusahaan atau instansi yang tersedia sangat beragam mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga perusahaan swasta, seperti Paragon, Unilever, dan PT Nestle Indonesia. Selain itu, bobot magang dari program Magang Merdeka ini juga diakui atau disetarakan dengan 20 Satuan Kredit Semester (SKS) sehingga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi mahasiswa. Program Magang Merdeka ini memiliki beberapa persyaratan umum. Pendaftar harus merupakan mahasiswa aktif minimal semester lima dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 dari skala 4. Saat ini, program Magang Merdeka tengah membuka pendaftaran batch ketiga bagi seluruh mahasiswa di Indonesia yang ingin berpartisipasi ke dalam program tersebut. Terdapat empat tahapan yang harus dilewati para calon peserta dimulai dari registrasi pendaftaran magang sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa, pengumuman lulus, pelengkapan berkas administratif, hingga tahapan terakhir, yakni pelaksanaan program magang. Saat ini, registrasi pendaftaran dan kelengkapan administratif sendiri sedang berlangsung sejak tanggal 6 Juni 2022 dan akan ditutup pada tanggal 10 Juli 2022.

Sebagai salah satu peserta Magang Merdeka batch pertama dan kedua, Rafi Rahmat Ghozali (FH UI 2019) mengatakan bahwa kurikulum dan skema program yang jelas merupakan salah satu alasan kemunculan rasa ketertarikannya pada program Magang Merdeka. “Contohnya, di program gue, kita dikasih tanggung jawab untuk membuat inovasi dari unit-unit di tempat gue On the Job Training (OTJ),” ucapnya. Caecilia Kartika (FH UI 2019), salah satu peserta Magang Merdeka batch 2, juga mengatakan bahwa hadirnya program Magang Merdeka sangat membantu mahasiswa yang ingin mengikuti magang di tengah ketatnya persaingan magang. Proses pendaftaran yang tidak rumit dan dilakukan secara daring juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi para mahasiswa yang mendaftar. “Cari magang sekarang lumayan susah karena banyak banget saingannya, tapi apply Magang Merdeka, tuh, tinggal klik-klik aja,” tutur Caecilia.

Selain wajib mengikuti persyaratan umum dalam program Magang Merdeka, para pendaftar tetap membutuhkan beberapa persiapan khusus dan persyaratan lainnya yang diberikan oleh tiap perusahaan. Selain menyiapkan berkas, seperti Curriculum Vitae (CV) dan surat pengantar, Caecilia menjelaskan bahwa ia harus membuat assessment berupa general legal knowledge and opinion, seperti hukum kontrak, corporate, civil procedural, employment, dan menyiapkan pengetahuan terkait instansi yang ia tuju. “Karena PT Nodeflux Teknologi Indonesia (Nodeflux), tempat gue mendaftar, termasuk ke dalam perusahaan teknologi jadi terdapat assessment artificial intelligence law juga. Setelah itu, paling persiapin interview based on assessment-nya aja,” jelasnya.

Sementara itu, Rafi menjelaskan persiapan yang telah ia lakukan adalah pemahaman tentang diri sendiri, “Buat magang, yang perlu disiapkan itu, antara lain basic-basic skill tentang diri sendiri mulai dari soft skill, kelebihan dan kekurangan, sampai dengan CV. Misalnya, kalau pernah ikut organisasi, sudah dapat hal apa saja dan apa yang paling berkesan.”

Baik Caecilia maupun Rafi mengatakan bahwa program Magang Merdeka merupakan program yang worth it untuk dicoba. Selain alur pendaftarannya yang tidak rumit, Magang Merdeka juga memiliki banyak benefit, seperti bertambahnya relasi, ilmu yang tidak didapatkan di kelas, hingga gaji yang akan diterima. Selain itu, program magang yang telah dijalani akan dikonversikan menjadi 20 SKS, sehingga mahasiswa tidak perlu mengejar ketertinggalan SKS.

Sebagai penutup, Cecilia dan Rafi menyampaikan beberapa pesan bagi mahasiswa FH UI yang ingin mengikuti program Magang Merdeka. Caecilia berpesan bahwa sebagai mahasiswa sekaligus peserta magang, kita harus bisa memegang komitmen di kedua tempat tersebut. “Since durasi magangnya 1 semester jadi pasti padat kegiatannya. Pastiin kalian bisa mengatur waktu, terutama kalau mau dibarengi sambil kuliah,” ungkapnya.

Rafi juga juga menambahkan bahwa program ini pastinya akan mendatangkan banyak manfaat seperti ilmu dan pengalaman yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. “Coba dan perhatikan tahapan seleksinya. Rajin-rajin cek inbox e-mail dan jangan lupa belajar tentang perusahaan yang akan dilamar,” ungkap Rafi.

Nah, setelah mengetahui apa saja yang diperlukan dan bagaimana manfaat yang dapat diperoleh melalui program Magang Merdeka dari kedua narasumber, segera daftarkan dirimu melalui https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/magang/detail. Masih ada 2 hari lagi untuk kamu yang ingin mendaftar, lho! Yuk, jangan sampai terlambat!


52 views0 comments

Recent Posts

See All