Liburan Anti Gabut dengan Semester Pendek

Oleh Ghani Maeda Y dan Muhammad Rifaldy Zelan


Dua tahun sempat menghilang, kini semester pendek kembali datang. Semester pendek yang biasanya dikenal juga dengan ‘semester antara’ merupakan salah satu kegiatan akademis yang ada di lingkup Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Program ini disebut dengan semester pendek atau semester antara karena pelaksanaannya yang dilakukan di waktu libur antara semester genap dan ganjil. Untuk pelaksanaan tahun ini, semester pendek akan dilaksanakan selama delapan minggu dimulai dari 27 Juni – 19 Agustus 2022 dan diadakan pula kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Tujuan diadakannya semester pendek adalah memberikan kesempatan kepada IKM FH UI untuk melakukan perbaikan nilai ataupun mengulang mata kuliah (matkul) yang tidak lulus di semester sebelumnya.

Pihak kampus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan semester pendek ini. Mahasiswa yang ingin mengikuti semester pendek diharuskan untuk memenuhi persyaratan dengan mengisi tautan registrasi di bit.ly/RegistrasiManualSP2022 mulai dari 6 – 15 Juni 2022. Kemudian, jika jumlah mahasiswa yang mendaftar telah memenuhi batas minimal, yakni lima belas orang, Biro Pendidikan FH UI kemudian akan mengonfirmasi ketersediaan dosen terkait untuk membuka matkul tersebut di semester pendek. Jika dosen bersedia, tahap selanjutnya adalah melakukan registrasi di Sistem Informasi Akademik – Next Generation (SIAK-NG) dan melakukan pembayaran. Tahap ini dilaksanakan mulai dari 20 – 24 Juni 2022. Tiap Satuan Kredit Semester (SKS) yang diikuti di semester pendek memiliki tarif Rp400.000,00 untuk subprogram reguler, Rp500.000,00 untuk subprogram paralel, Rp2.200.000,00 untuk program KKI, dan Rp500.000,00 untuk subprogram ekstensi.

Randhika Pratama (FH UI 2018) membagikan ceritanya ketika dulu mengikuti program semester pendek saat masa peralihan semester dua ke semester tiga. Hal yang menjadi pertimbangan Randhika dalam mengambil semester pendek adalah terdapat beberapa matkul yang menarik minatnya dan baginya semester pendek cukup memberikan manfaat karena dapat menambah jumlah SKS yang diambil.

“Waktu itu gue ambil Hukum dan Ekonomi Pembangunan (Ekbang) sama Hukum Kesehatan (Hukes),” terang Randhika ketika diwawancarai pada Rabu (1/6/2022).

Sepanjang yang Randhika ingat, pendaftaran dan segala administrasi diurus melalui SIAK-NG. Kemudian, setelah berbagai syarat terpenuhi, kelas semester pendek akan berjalan selama kurang lebih dua bulan. Dalam seminggu, terdapat dua matkul yang Randhika ikuti dengan durasi lebih panjang dari kelas biasanya. “Kalo nggak salah, jam matkulnya lebih banyak, kayak misal Hukes kan 2 SKS, tapi di satu hari itu Hukes kelasnya bisa kayak 4 SKS, mengingat periode SP (Semester Pendek) nggak sepanjang semester biasa,” ujar Randhika.

Sebagai mahasiswa FH UI yang pernah mengambil semester pendek, menurut Randhika, semester pendek memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya bagi Randhika yang pertama adalah bisa belanja matkul untuk menambah SKS. Randhika menjelaskan belanja matkul berfungsi agar kuota SKS dapat cepat terpenuhi untuk mengambil skripsi. Selanjutnya, yakni jika ada matkul yang tidak lulus di semester sebelumnya, mahasiswa dapat mengulang di semester pendek supaya tidak perlu mengambil matkul tersebut di semester panjang yang ditakutkan akan bentrok dengan matkul lainnya. Kemudian, jika tidak memiliki kegiatan lain di masa liburan, semester pendek dapat mengisi waktu luang. Terakhir, semester pendek tidak sesibuk semester panjang sehingga akan lebih santai dalam menjalaninya.

Untuk kekurangan dari semester pendek sendiri Randhika menjabarkan antara lain: semester pendek harus membayar dengan harga per-SKS yang lebih mahal ketimbang semester biasa. Selain itu, tidak semua matkul tersedia semester pendeknya, terkadang peminat suatu matkul tertentu terlalu sedikit dan menyebabkan matkul tersebut tidak membuka kelas di semester pendek.

Adinda Hafni (FH UI 2020) atau yang biasa akrab dipanggil Dinda menyampaikan bahwa manfaat dari diadakannya semester pendek adalah adanya perbaikan nilai yang bisa didapat mahasiswa. “Kalo alasan ada SP itu sebenernya untuk memberikan kesempatan kepada IKM mengenai perbaikan nilai ataupun untuk mengulang mata kuliah yang tidak lulus di semester-semester sebelumnya.” Selain itu, keuntungan lainnya adalah mahasiswa tidak perlu mengulang matkul di semester berikutnya. Akan tetapi, terdapat hal yang harus dikorbankan, yakni waktu libur semester harus digunakan untuk berkuliah. Dinda juga mengatakan bahwa tidak ada istilah mahasiswa yang disarankan atau diprioritaskan untuk mengikuti SP. Terkait penting atau tidaknya pengambilan SP tergantung pada diri masing-masing mahasiswa. Namun, Dinda menyampaikan bahwa semester pendek ini telah ditunggu-tunggu oleh IKM FH UI. “Worth it banget dong, seluruh warga udah nunggu,” ujar Dinda.

Randhika juga menyampaikan hal yang sama, menurutnya semester pendek worth it untuk diambil karena dengan mengikuti semester pendek, mahasiswa dapat mengambil matkul-matkul tambahan tanpa mengorbankan matkul wajib di semester panjang.

Sebagai penutup, Randhika memberikan ajakan kepada para mahasiswa FH UI untuk mengambil semester pendek yang baginya sangat bermanfaat untuk mengisi waktu luang dan menambah ilmu.

Yuk, ambil SP biar liburan nggak gabut dan nambah ilmu,” pungkas Randhika sembari memberikan emoji jempol.

80 views0 comments

Recent Posts

See All