Musim FPT, Sudah Siap Belum?

Oleh Aisyah Nathania dan Rania Salsabilla


Berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), mahasiswa tidak hanya disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, tetapi juga dengan kegiatan organisasi serta kepanitiaan. Kegiatan-kegiatan tersebut banyak diikuti oleh mahasiswa karena dapat mengasah soft skill dan hard skill yang akan berguna untuk kedepannya. Dalam melangsungkan suatu kepanitiaan open tender, mahasiswa FH UI diminta untuk menjalani fit and proper test atau yang disebut juga dengan FPT. Bagi yang belum mengetahui, FPT merupakan uji kelayakan atau kepatutan seseorang terhadap pemenuhan syarat untuk menjalankan kepanitiaan tersebut. Pada umumnya, FPT dijalani oleh panitia inti (PI) yang berisikan calon ketua pelaksana, wakil ketua pelaksana, sekretaris, bendahara, dan koordinator masing-masing bidang dalam sebuah kepanitiaan program kerja (proker). Akan tetapi, ada juga kepanitiaan yang melaksanakan FPT dengan diikuti oleh calon ketua pelaksana saja.

Dalam waktu dekat ini telah diumumkan beberapa kepanitian yang akan melangsungkan FPT, seperti Festival of Arts and Sports 2022 (FAST 2022), PERFILMA Organization Training and Trip 2022 (PORTRAIT 2022), Business Law Society Training Day 2022 (BLS TD 2022), dan masih banyak lagi. Pada kesempatan ini, Divisi Pers berkesempatan untuk mewawancarai Annisa Elda (FH UI 2020) dan Anil Zikri (FH UI 2021) untuk mengulik lebih lanjut mengenai FPT. Annisa Elda, atau yang biasa dipanggil Aes, telah menjadi PI di tiga kepanitiaan, antara lain Social Project FH UI 2020, Donate Your Sweat FH UI 2021 (DOORS FH UI 2021), serta Penerimaan Mahasiswa Baru FH UI 2022 (PMB FH UI 2022), dua di antaranya telah melangsungkan FPT sebelum proker berjalan. Sementara itu, Anil menceritakan bahwa saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk menjalani FPT sebagai calon Vice Project Officer (Ca-VPO) BLS TD 2022. Anil mengatakan bahwa ia memiliki beberapa alasan mengapa ia mengajukan diri menjadi Ca-VPO BLS TD 2022, “Pertimbangan aku adalah untuk mengasah kemampuan leadership, memperbaiki evaluasi yang ada, dan juga karena aku memiliki inovasi untuk pelaksanaan kegiatan kelak.”

Mempersiapkan suatu acara tentu bukanlah suatu hal yang mudah, pastinya terdapat berbagai rintangan dan halangan yang harus dihadapi. Sebagai contoh, Aes menghadapi berbagai kesulitan selama FPT, seperti sulit untuk mendapatkan orang yang berkompeten untuk mengisi susunan kepanitiaan, konsep acara yang kerap mengalami perubahan karena keinginan steering committee atau pihak lain, hingga kelelahan akibat terlalu berambisi dalam menyiapkan acara.

Dalam waktu dekat Anil akan segera menghadapi FPT, tentunya ia sudah mengorbankan beberapa hal mulai dari tenaga hingga waktu. Keseluruhan persiapan tersebut sudah dibuat sematang mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal saat FPT. “Untuk FPT, kami merasa siap karena sudah menyerahkan dokumen yang dibutuhkan serta melaksanakan drilling dengan internal panitia inti kami,” ujar Anil. Selama mempersiapkan FPT, tentunya Anil dan PI lainnya memperhatikan beberapa hal, seperti kematangan dokumen dan persiapan mental. “Komunikasi dan kesibukan PI lain cukup menjadi kendala selama mempersiapkan FPT,” sambung Anil. Bentroknya FPT dengan Ujian Akhir Semester (UAS) cukup membuat panitia memutar otak karena harus mencari cara agar keduanya dapat berjalan dengan maksimal. Oleh karena itu, Anil dan panitia lainnya sudah menetapkan deadline agar tidak ada lagi pekerjaan berat yang harus dikerjakan ketika mendekati FPT. Dengan begitu, Anil dan PI lainnya dapat tetap fokus dalam mempersiapkan diri untuk UAS.

Aes yang sudah beberapa kali mengalami FPT membagikan perasaannya sebelum dan sesudah menjalani FPT. “Rasanya resah banget,” ujar Aes ketika ditanya bagaimana perasaannya sebelum FPT. “Resah, gundah, dan khawatir. Kalau after FPT, beneran terasa beban di pundak itu hilang dan lega banget,” lanjutnya, “pas menjalani FPT, satu PI berdoa supaya yang menjadi bahan overthinking seluruh PI itu nggak kejadian.”

Meskipun FPT terasa berat, banyak juga pengalaman menarik yang dirasakan oleh Aes. Salah satunya, justru terjadi ketika FPT telah selesai dan penilaian dari salah satu kepanitiaan yang diikuti oleh Aes, dinyatakan lulus bersyarat. Ia menyatakan bahwa syarat yang dimaksud benar-benar tidak terpikirkan olehnya. Aes juga berbagi pengalaman uniknya selama menjalani FPT, “Pas FPT, pernah disuruh meragain merkun (yel-yel Merah kuning - RED) dan praktik seakan-akan menjadi mahasiswa baru yang nyanyi merkun.”

Anil berharap agar FPT yang akan ia jalani dapat berjalan lancar dan semoga hasilnya juga memuaskan. ”Do the best dulu aja, sih, karena gue yakin banget hasil nggak akan mengkhianati prosesnya.”

Setelah menceritakan segala rintangan dan pengalaman selama FPT, Aes memberikan tips untuk mempersiapkan tiga hal, yaitu persiapan yang matang, berdoa, dan untuk berserah diri. “Resah lo pas FPT itu manusiawi, tapi lo juga harus inget bahwa acara tersebut itu acara lo dan yang paling mengerti serta mengetahui acara tersebut ya lo,” pesan Aes, “jadi, tetap semangat dan tetap percaya diri, ya.”

95 views0 comments

Recent Posts

See All