Telah Berlangsung: UTS Offline di FH UI!

oleh Aisyah Nathania H. dan M. Rhenaldy Wijaya


Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) baru saja melewati pekan menegangkan, yakni pekan Ujian Tengah Semester (UTS). Mahasiswa semester satu, tiga, lima, dan tujuh melaksanakan UTS dalam kurun waktu yang tidak jauh berbeda. Hal tersebut terjadi karena pelaksanaan UTS sudah diatur dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) yang telah disusun oleh tim pengajar. Dalam semester gasal ini, UTS dilaksanakan mulai dari minggu kedua Oktober sampai dengan minggu pertama November. “Kalau dari jadwal sendiri, sebenarnya enak banget karena semua mata kuliah (matkul) yang gue ambil itu UTS-nya sesuai jadwal dan berurutan. Jadi, ujiannya bisa langsung selesai, nggak numpuk selama berminggu-minggu,” ucap Siti Zalfa Nur Aaliyah, atau yang akrab disapa Zalfa, mahasiswi FH UI 2020.

Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pelaksanaan UTS tahun ini dengan UTS dua tahun terakhir yang dilaksanakan secara online. Mengingat perkuliahan pada semester ini sudah 100% dilaksanakan secara offline, maka untuk pertama kalinya setelah tahun 2019, UTS di FH UI dilaksanakan secara offline. Beberapa teknis dalam pelaksaan UTS offline kemarin merupakan hal baru bagi IKM FH UI. Beberapa di antaranya adalah banyaknya jumlah pengawas dalam satu ruangan, beberapa pengajar mengharuskan ujian tulis tangan, terdapat timer di depan kelas sebagai kontrolkontrol waktu ujian, dan harus terdapat jarak antar mahasiswa ketika mengerjakan ujian.

UTS offline yang dilakukan secara langsung di kampus tentu berbeda dengan UTS online. Perbedaan yang paling mencolok adalah mengenai tahap persiapan hingga cara menjawab soal. “Ada beberapa mata kuliah yang mengharuskan untuk dikerjakan dengan cara tulis tangan. Sedangkan, saat online cenderung untuk menggunakan cara mengetik saja. Gue cukup kaget dan harus bisa menyesuaikan cara seperti demikian,” ucap Ravanza Kindy, atau yang akrab disapa Kindy, mahasiswa FH UI 2021.

“Karena gue juga first timer setelah dua tahun nggak UTS offline, ngerasa pressured banget dari persiapannya sampai ke pelaksanaannya karena diliatin dosen dan bapak-bapak biro pendidikan (Birpen),” tutur Zalfa. Beban yang dirasakan ketika menghadapi UTS offline tentunya terasa lebih berat ketimbang UTS online sebab pelaksanaannya yang mengharuskan mahasiswa untuk hadir secara langsung di kampus.

Sistem pelaksanaan UTS tahun ini yang kembali menjadi offline tidaklah dilaksanakan tanpa adanya hambatan. Perubahan suasana UTS ini pastinya tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa FH UI, melainkan juga dirasakan oleh dosen hingga pegawai yang bertugas dalam menunjang pelaksanaan UTS offline. Pada intinya, para mahasiswa, pihak pengajar, serta pengawas membutuhkan adaptasi terkait dengan kembalinya sistem ujian offline ini. Selama UTS kemarin, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa FH UI. “Sejauh ini, kendala yang paling signifikan bagi gue adalah sinyal wi-fi. Ada beberapa mata kuliah yang ujiannya menggunakan sistem Google Form sehingga membutuhkan sinyal internet, tetapi jaringan wi-fi di FH UI sering mengalami trouble. Jadi, terpaksa pakai sinyal data, deh,” ujar Kindy.

Permasalahan mengenai sinyal, seperti yang Kindy rasakan, hampir selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh IKM FH UI, terutama apabila ujian dilaksanakan menggunakan website E-learning Management System (EMAS-2) atau Google Forms. Permasalahan mengenai sinyal sudah ada sejak lama sebelum UTS dimulai sehingga beberapa dosen menyiasati hal ini dengan menggunakan metode menjawab tulis tangan ketika UTS. Namun, apabila UTS tetap dilaksanakan melalui website EMAS-2 atau Google Forms dan memiliki kendala sinyal, biasanya dosen yang bersangkutan memberikan kompromi dengan membebaskan mahasiswa untuk mengerjakan UTS di mana saja asalkan terdapat sinyal yang memadai.

Dengan segala hiruk pikuk pelaksanaan UTS offline pada tahun ini, tentunya hal ini memberikan kesan yang mendalam untuk IKM FH UI secara keseluruhan. “Stres but fun, sih, dari persiapan dan pelaksanaannya berasa beban banget karena sebelumnya selama UTS online jauh lebih santai. Walaupun begitu, UTS kemarin juga memotivasi gue untuk belajar lebih rajin,” tutur Zalfa mengenai kesan terhadap UTS offline. Tak jauh berbeda, Kindy juga memiliki kesannya sendiri terhadap UTS offline. “Kesannya menantang banget, sih, karena gue bisa ngerasain jadi mahasiswa beneran dan bisa ngerasain chaos-nya UTS offline saat di dunia perkuliahan. Semoga dapat nilai bagus buat UTS dan UAS ke depannya dan berharap banget sinyal wi-fi di FH UI bisa dipakai saat UAS offline nanti, “ ucap Kindy.

Pelaksanaan UTS offline pada tahun ini memiliki beberapa kendala atau permasalahan yang harus dievaluasi oleh setiap pihak agar dapat melaksanakan ujian offline yang lebih baik kedepannya. Namun, tentunya pelaksanaan UTS offline pada tahun ini harus dimaknai sebagai awal yang baru bagi civitas akademika di FH UI dan acuan untuk pelaksanaan ujian offline berikutnya. Semoga pelaksanaan ujian secara offline pada tahun ini dapat berkontribusi terhadap motivasi belajar dan perkembangan pengetahuan IKM FH UI yang sebelumnya sedikit terganggu akibat pandemi COVID-19.

26 views0 comments