Yuk, Intip Mapres FH UI 2022!

Oleh Devika Hadianti & Aina Nur



Sebagai seorang mahasiswa FH UI, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Mapres atau Mahasiswa Berprestasi. Mapres adalah sebutan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi tinggi baik dalam kategori Akademik maupun Non-Akademik yang mencakup bidang kompetisi, seni, serta olahraga. Ternyata, terdapat dua cara untuk menjadi salah satu Mapres FH UI, yaitu melalui penunjukan dan proses seleksi. Untuk menjadi Mapres dalam kategori Non-Akademik, mahasiswa dapat mendaftarkan diri dengan mengisi formulir mengenai prestasi Non-Akademik yang dimiliki. Selain itu, terdapat juga beberapa mahasiswa yang ditunjuk untuk menjadi Mapres Non-Akademik berdasarkan track record mereka selama menjadi mahasiswa FH UI. Di sisi lain, untuk kategori Akademik, proses seleksi yang dilakukan tergolong ketat dan panjang. Penyeleksian dilakukan secara bertahap mulai dari seleksi wawancara, tes kepribadian, dan dilanjutkan dengan pemaparan gagasan kreatif menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Belum lama ini, FH UI mengumumkan mahasiswa yang berhasil masuk ke dalam daftar Mapres FH UI 2022, baik kategori Akademik maupun Non-Akademik. Acara tersebut dilangsungkan pada hari Jumat, 22 April 2022 melalui siaran langsung di kanal YouTube Fakultas Hukum UI. Pada kesempatan kali ini, Divisi Pers berhasil mewawancarai Christou Immanuel selaku Mapres Akademik FH UI tahun 2022 serta Eileen Monica selaku Mapres Non-Akademik Bidang Kompetisi FH UI 2022.

Christou menceritakan bahwa keinginannya untuk menjadi Mapres muncul sejak ia duduk di tahun pertama bangku perkuliahan. Awalnya, ia berpikir bahwa syarat untuk menjadi Mapres adalah dengan mengikuti banyak perlombaan. Merasa tidak cocok dengan hal tersebut, Christou akhirnya mengurungkan niatnya untuk mendaftarkan diri sebagai Mapres. “Dari awal, gue lebih mengenal diri gue sendiri dengan menulis, seperti jurnal, artikel, serta aktif dalam beberapa organisasi,” ucapnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa komponen penilaian Mapres tidak hanya dengan pengalaman lomba, ia pun memberanikan diri untuk mendaftar sebagai calon Mapres FH UI 2022 dengan pengalamannya dalam bidang penulisan.

Berbeda dari Christou, Eileen berkata bahwa ia tidak pernah mendaftarkan diri sebagai Mapres, melainkan dihubungi langsung oleh pihak Bidang Pendidikan BEM FH UI yang menginformasikan bahwa dirinya telah terpilih sebagai salah satu Mapres Non-Akademik FH UI 2022. Ia berpikir bahwa hal tersebut dapat terjadi karena dirinya aktif mengikuti berbagai macam bidang lomba. “Awalnya bingung, sih, karena nggak merasa daftar apa-apa, tapi senang juga ada something good yang gue lakuin di FH dan bikin orang tua bangga,” tuturnya, “label Mapres itu juga seolah jadi acknowledgement terhadap gue di lingkungan FH yang luas.”

Untuk menjadi seorang Mapres, tidak dapat dipungkiri bahwa Christou serta Eileen kerap menemukan kesulitan atau tantangan dalam prosesnya. Bagi Christou, timeline pengumuman finalis Mapres yang berdekatan dengan deadline pengumpulan paper gagasan kreatif menjadi tantangan tersendiri baginya. “Karena saat itu gue nggak berpikir akan lolos ke tahap final, jadi gue belum memikirkan ide yang akan dijadikan sebagai gagasan kreatif,” ujar Christou. Tidak sampai di situ, ia juga mengatakan bahwa rumitnya birokrasi untuk mewawancarai narasumber dan tugas-tugas kuliah yang tak dapat ia hindari juga menjadi rintangan dalam menjalankan salah satu tahapan akhir seleksi Mapres Akademik tersebut. Di sisi lain, Eileen menceritakan bahwa menyeimbangkan waktu antara akademik, lomba, dan berbagai kesibukan lainnya adalah hal yang cukup menantang. “Waktu ikut lomba MUN, gue sering double atau bahkan triple device karena bertepatan dengan kesibukan inaugurasi dan berbagai acara organisasi. Kalau mooting, karena butuh komitmen besar dan persiapan lama, jadi cukup intens,” ungkap Eileen. Maka dari itu, penting baginya untuk memaksimalkan manajemen waktu dan sadar akan prioritas yang ia miliki.

Terlepas dari segala rintangan dan tantangan yang mereka hadapi, pada akhirnya Christou dan Eileen dapat melewatinya dengan baik hingga berhasil menjadi Mapres FH UI 2022. Sebagai penutup, terdapat pesan yang disampaikan dari Christou dan Eileen kepada mahasiswa yang ingin menjadi Mapres FH UI. Christou berpesan agar kita senantiasa memahami diri sendiri dan fokus kepada tujuan yang akan kita raih. “Jangan sampai prestasinya aja yang keren, tetapi dampaknya kurang dirasakan oleh orang lain sehingga menjadi kurang bermanfaat.” tutur Christou.

Sementara itu, Eileen berpesan bahwa walaupun lomba merupakan hal yang penting untuk menjadi seorang Mapres Non-Akademik terutama dalam Bidang Kompetisi, penting juga bagi kita untuk mengikuti lomba berdasarkan passion yang kita miliki. "Do it slowly and one by one, jangan terburu-buru, gelar Mapres dan lain-lain akan datang seiring dengan usaha yang lo kerahkan."



21 views0 comments

Recent Posts

See All